HP Esia Slank

0

Setelah Sukses bekerja sama dengan Pihak Telkomsel kemarin dengan Promo Kartu AS Slank, yang mampu menggenjot ribuan pelanggan Telkomsel. Kini Slank kembali hadir bersama Bacrie Telcom dalam Iklan HP Esia Slank, kedengarannya Spektakuler banget ya..?? Peluncuran HP Esia Slank juga bertepatan dengan hari Ulang Tahun Slank yang ke-25 Desember kemarin. Produk bundling ini dinamakan : ”Hape Esia Slank”. Suatu persembahan Bakrie Telecom dan Slank untuk Slankers. Peluncuran HP ini merupakan suatu kolaborasi dari operator telekomunikasi dan group band yang belum pernah dilakukan di Indonesia. Slankers makin manja nih... HP ini bisa dianggap sebagai bentuk personifikasi antara Slank dengan Slankers dan sekaligus menjadi sarana interaksi antara keduanya karena adanya muatan informasi-informasi terbaru tentang Slank. Trus HP ini dilengkapi pula dengan Slank Menu yang akan langsung terhubung ke dalam Slank content, sehingga pelanggan dapat dengan mudah untuk mencari atau melakukan download content Slank yang disukai diantaranya Wallpaper Slank, Polyringtones Slank dan Warung Slank. Content-content yang terdapat dalam Warung Slank dimungkinkan untuk didownload karena adanya aplikasi yang dinamakan Brew Application Downloader. Menarik ngga..??Fitur - fitur HP Esia Slank yang di suguhkan antara lain : Gratis 5 polyringtone Slank, masing - masing lagu Pandangan Pertama, Kuil Cinta, Sosial Betawi Yoi (SBY), Seperti Para Koruptor dan Orkes Sakit Hati. Gratis 5 wallpaper. Slank Voice Portal dimana pelanggan Esia memiliki akses langsung ke suara Slank asli dengan menelepon ke nomor 88825. Pada portal ini terdapat info-info menarik seputar album-albumnya Slank seperti The Big Hip (Japan), Anthem for the Broken Hearted (American Album), Lagu-lagu hits teranyar, full track streaming, biografi Slank, berita-berita terakhir mereka dan masih banyak lagi.Slankers juga makin dimanjakan dengan bisa melakukan interaktif Slank SMS Menu dengan Mengakses ke SMS Menu Slank. Dengan cara ketik SLANK kirim ke 88825. SMS menu ini berbasis SMS content, sehingga pelanggan bisa melakukan download Wallpaper Slank, Ringtone Slank, Update Jadwal Konser Slank, My Kaka Loves, Kata Sok Bijak Bim2, Abdee, Ridho & Ivan Music Klinik, Pelukan Bunda dan lainnya. Baik Slank SMS Menu maupun Slank Voice Portal keduanya bisa di akses oleh seluruh slankers yang menggunakan HP Esia Slank.Harganya hanya Rp 299 ribu (termasuk PPN) plus bonus pengiriman SMS Gratis sebanyak 26 ribu karakter. Tambahan bonus lain adalah bonus talktime senilai Rp 12 ribu yang langsung diberikan kepada pelanggan setelah berhasil melakukan aktivasi kartunya. Bonus ini bisa langsung digunakan untuk melakukan seluruh aktivitas percakapan telepon dan sms, lokal, interlokal maupun internasional serta layanan nilai tambah lainnya. Masa aktifnya juga lumayan panjang selama 30 hari sejak diaktifkan dan mempunyai masa tenggang 30 hari.

Slank Nggak Akting di 'Generasi Biru'

0

Hermawan Network - Jakarta, Saat menjalani syuting film 'Generasi Biru' karya Garin Nugroho, band dengan sejuta penggemar, Slank tidak menemui kesulitan berarti. Bahkan menurut Bimbim, dirinya tidak mengeluarkan kemampuan aktingnya sedikit pun."Nggak kita banyak main-mainnya. Jadi bebas mengeksplor apa saja, kita nggak akting," ujar Bimbim saat ditemui di konferensi pers 'Generasi Biru' di FX Plaza, Jl. Jend Sudirman, Jakarta Selatan, (11/2/2009).Hanya Kaka yang menemui kendala, ia kesulitan untuk bangun tidur ketika harus syuting pagi. "Callingannya terlalu pagi," ucap sang vokalis.Namun untuk mewujudkan cita-cita untuk menggarap film, band yang sudah eksis sejak 1983 itu harus rela menunggu selama 25 tahun. Hingga saat ini para personil Slank pun belum bisa membayangkan seperti apa jadinya film yang juga dibintangi aktris Nadine Chandrawinata itu."Nggak terbayang jadinya film itu seperti apa. Slank sebetulnya udah punya niat dari sejak lama, 25 tahun lalu," ujar kataSlank memang sengaja untuk memberi judul 'Generasi Biru' pada film perdana mereka. Bimbim mengungkapkan kalau biru adalah filosofi band pemilik album 'Anthem For The Broken Hearted itu'. "Biru merupakan filosofi dari Slank. Slank ingin generasi penerusnya biru seperti birunya langit, luas dan sedalam lautan," jelas Bimbim.

Nadine Canggung Goyang Bareng Kaka 'Slank'

0

Hermawan Network - Jakarta, Aktris Nadine Chandrawinata didapuk jadi lawan main Slank di film dokumenter 'Generasi Baru.' Dalam layar lebar garapan Garin Nugroho itu Nadine canggung karena harus selalu menari bersama vokalis Slank, Kaka."Aku kebanyakan perannya nari, itu yang bikin aku sedikit canggung. Apalagi narinya sama Kaka yang juga nggak bisa nari," kisah Puteri Indonesia 2005 itu saat ditemui Plaza FX, Sudirman, Jakarta, Rabu (11/2/2009).Ketika ditawari membintangi 'Generasi Biru', Nadine sempat kebingungan karena Garin tidak memberinya skenario. Sutradara 'Opera Jawa' itu hanya bilang padanya untuk mengikuti lagu."Kata Mas Garin nar-nari aja dan pakai bahasa isyarat, lebih banyak improvisasinya," jelasnya.Film Generasi Biru yang sudah tayang di Berlin itu merupakan cerita dokumenter tentang sejarah kecil Indonesia dari tahun 1985-2008. Ada 15 lagu Slank yang dimuat di film tersebut.Bagi Nadine bisa membintangi film Slank sesuatu yang membanggakan. Apalagi selama syuting Kaka, Ridho, Bim Bim, Ivan dan Abdee mengeluarkan seluruh kemampuan mereka. "Slank gila banget," pungkasnya.

Slank Biography

0

It's Only Rock N Roll""
We call ourselves as the 'Blue Generation' because we want to think as widely as the blue sky and as deeply as the blue ocean."Some say promoting peace and harmony between Indonesia's diverse religious, ethnic and economic communities even to the world wide is another of our long-standing themes""And some say... we are just another Rock N Roll Radical!"PEACE LOVE UNITY AND RESPECT THE BAND BACKGROUND Slank history started when junior high schools boys Bimbim, Uti, Boy, Kiki, Abi, and Well Welly formed CSC (Cikini Stone Complex) and played the music of their idol, The Rolling Stones. The band was short-lived and changed its name to Red Evil, with Bimbim and Kiki still playing.With this band, Bimbim, Kiki, Erwan, Denny and Bongky not only played Rolling Stones numbers but began to compose their own songs.Though playing cover music, the band had an incredible stage presence. Their earliest fans called it, in Betawi lingo, slenge'an, which means reckless, ignorant and indifferent. And so, Red Evil became Slank. With fame and money came drugs. This was cited as one of the reasons why the band changed formation a number of times before settling on the formation it has had now.Drummer Bimo "Bimbim" Setiawan Almachzumi; guitarist Abdee Negara; guitarist Mohammad "Ridho" Ridwan Hafiedz; bassist Ivan "Ivanka" Kurnia Arifin and lead vocalist Akhadi "Kaka" Wira Satriaji are no accidental heroes.While many musicians try desperately to run with the in-crowd through the addition of piercings, tattoos and punk hairstyles, for example, "cool" comes naturally for the guys from Slank.Genuinely humble and minus other celebrities' "busy being popular" attitude, the guys spared time for an interview on Wednesday at their oh-so-popular base-camp, Gang Potlot, in Kalibata area, South Jakarta.Casual and composed, Bimbim seems to be the glue that holds his band mates together.Though staying true to the Rolling Stones influence in their music, Slank has left behind it the stereotype of "party hard, die young" rockers.Kicking their drug habits in 2000, the guys have taken on new roles and are leading the moral movement against corruption, which has seemingly become a trendy pastime for state officials and power holders. Slank have gone against the grain from the very beginning of their careers, and grown to be heroes for their fans, or Slankers, who now number a staggering 10 million or so across the country. "We're proud of being Indonesian, you could call us true nationalists even. We always bring the red-and-white on stage. Slankers too are enthusiastic. These days, where else you can find a junior high school student proudly waving the national flag if not at our concerts," said Bimbim, the former member of the group. "Their emotional attachment to us is absolutely no burden, though it means responsibility. We're not politicians," Bimbim said."Slankers, whoever they are, have become our eyes, ears and hearts -- everywhere," Kaka jumped in."From Slankers, we have a greater knowledge of how many potholes are in one area, for example, than the public works minister," Bimbim said.Good management has led to other things. Slank's management -- Pulau Biru -- knows how to keep these loyalists within their reach and Slank apparently plays it cool with them, for they have to lead the moral movement too for their fans."If a slanker gets drunk, another slanker will reprimand him. It's not the way it should be. We've been there and done that," Kaka said.It certainly seems to be Slank's year with two album releases -- one's in Japanese, the other in English -- released in the USA end of September."It's good to be able to dream, you know, but for us it's best to have one dream at a time. Make it real and dream another one," Bimbim said.

Slankers Day

0

Jul 14 2008 04:05 PM Slankers Day Hajatan musik terbesar Slankers baru saja digelar. Acara Slankers Day yang baru pertama kali diadakan ini menghadirkan 10 band Slankers hasil seleksi se-Indonesia. Masih ditambah dengan performance dari Slank, The Changcuters, Steven N Coconut Treez, Melanie Subono dan Cozy Republic. Minggu, 6 Juli 2008 lalu bertempat di Lapangan Tembak Yonif 201 Gandaria, Jakarta Timur, dipadati Slankers. Sebagian dari mereka telah tiba di sini beberapa hari sebelumnya dan mereka bermalam di tenda-tenda yang disediakan oleh panitia. Sementara itu Snack Band, salah satu pengisi acara yang mewakili zona Sulawesi, telah tiba dua hari sebelum hari H dan mereka juga satu-satunya band Slankers yang hadir dalam konferensi pers Slankers Day pada hari Jumat, 4 Juli 2008 di Potlot bersama Slank dan Melanie Subono. Sekitar pukul 10.00 WIB, acara dimulai dengan penampilan Ezza and Friend Band, salah satu wakil Jawa Barat dari kota Bekasi, selain Anak Mamih dari Bandung. Setelah itu berturut-turut tampil Niesstri Band (Jogjakarta), Anak Mamih, Parah Stones (Solo). Setelah diselingi break sholat Dzuhur, Keisha Band (wakil DKI / Banten), Ozon (Jambi), Snack Band (Palu, Sulawesi) dan dua band wakil Jawa Timur, Luv Band (Surabaya) dan Je Be Band (Jombang). Slankers tetap bertahan menyaksikan penampilan mereka di tengah cuaca panas siang itu. Dua unit mobil Pemadam Kebakaran selalu menyemprotkan air ke arah penonton untuk mendinginkan mereka. Penampilan kesepuluh band Slankers ini dinilai oleh tim juri yang terdiri dari John Paul Ivan (ex Boomerang), David Tarigan (Aksara Records) dan Denny MR (pengamat musik). Sebenarnya 10 band yang tampil di acara ini adalah yang terbaik hasil seleksi se-Indonesia, namun akhirnya terpilih tiga band yang meraih Slankers Day Best of the Best 2008, sebuah award berbentuk wanita bersayap kupu-kupu yang mengangkat logo Slank. Ketiga band yang beruntung tersebut adalah Luv Band (Surabaya / Jatim), Ezza n Friend (Bekasi / Jabar), Niesstri (Jogja / Jateng). Sedangkan gitaris terbaik jatuh kepada Heri dari Ozon Band (Jambi / Sumatera). Sepuluh band yang tampil ini juga mendapat sertifikat Slankers Day yang ditandatangani oleh personil Slank. Semua penghargaan tersebut diserahkan ditengah-tengah penampilan Slank. Slank yang tampil di penghujung acara benar-benar keren. Seakan nggak memperdulikan panas matahari yang masih terasa menyengat. Begitu juga dengan Slankers yang seperti memiliki tenaga cadangan untuk ikut party bareng Slank. Dilagu terakhir, Slank mengajak Steven dan sepuluh vokalis dari band Slankers untuk nyanyi bersama. Sebelum adzan Maghrib, Slank mengakhiri penampilannya. Slankers pun bubar dengan tertib Tentunya menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi band-band Slankers yang berhasil lolos seleksi untuk main di acara ini. Kalau sebelumnya mereka hanya jadi penonton di konser Slank, kali ini mereka bisa main bersama Slank di Slankers Day, disaksikan Slankers dari berbagai daerah. Makanya buat Slankers yang punya band, mulai sekarang latihan yang benar untuk persiapan seleksi Slankers Day tahun depan. Semoga juga perwakilan dari SFC Malaysia dan Timor Leste yang kali ini tidak dapat hadir karena kendala tekhnis, untuk tahun depan dapat berpartisipasi memeriahkan acara ini. by IwanB (Koran Slank)(Liputan lengkap Slankers Day, baca Koran Slank edisi 67 Agustus-September 2008)

Album 3 Bahasa

0

Jumat, 27 Juni 2008 lalu bertempat di Poke Sushi, Pondok Indah Mall 2, Slank merilis album barunya yang bertitel Slank – The Big Hip. Ini merupakan album ke-16 Slank yang juga hasil kolaborasi dengan The Big Hip, band asal Jepang. Album yang cukup mengundang rasa penasaran Slankers.Berawal dari kontak antara Mr. Nakamura dengan Bunda Iffet. Ia menyatakan keinginan The Big Hip untuk berkolaborasi dengan Slank. Hingga mereka pun datang langsung ke Potlot. Slank dan The Big Hip sempat jamming dan menghasilkan dua lagu (Arigato Thanks You dan Sexy Cat). Dua lagu ini sempat dibawakan di konser ultah Slank ke-24, Desember 2007 lalu di Ancol, Jakarta.Karena merasa ada kesamaan visi, mereka pun sepakat melakukan rekaman. Proses rekaman berlangsung di Parah Studio, Potlot, antara 30 Oktober - 2 November 2007. Hasilnya adalah sebuah album berisi 12 lagu (termasuk dua lagu yang disebutkan di atas). Uniknya, lagu-lagu dalam album Slank – The Big Hip ini hadir dalam 3 bahasa (Indonesia, Jepang dan Inggris).Walau pn The Big Hip berasal dari Jepang, namun musik mereka bukanlah Japanese Rock. Justru The Big Hip memainkan musik rock n’ roll. Sampai-sampai Kaka menyebut album ini lebih ke basic rock n’ roll. Kaka juga nggak mengalami kesulitan dalam menyanyikan lagu-lagu yang berlirik bahasa Jepang.Album Slank – The Big Hip berisi 12 lagu (termasuk dua lagu hasil jamming di Parah Studio). Album ini sendiri telah dirilis di Jepang pada tanggal 23 Mei lalu. Sedangkan bonusnya adalah VCD Exclusive, kegiatan Slank selama di Jepang. Awal Mei lalu, tanggal 5 dan 6, Slank menggelar konser di Nagoya dan Tokyo bersama The Big Hip.

Blues Saraceno Produseri Album Slank

0

Ini adalah kabar terbaru yang gimbal peroleh dari industri musik tanah air. Album terbaru Slank yang akan rilis Januari 2008 diproduseri oleh Blues Saraceno. Sebagai informasi, Blues Saraceno adalah guitarist grup Rock Poison yang kini beralih profesi menjadi music producer. Dia telah banyak membantu rekaman dan tur artist-artist international seperti: Michael Bolton, Jack Bruce, Ziggy Marley, Taylor Dayne dan Cher. Selain menjadi produser, dia juga sibuk sebagai komposer untuk beberapa acara TV. Serangkain tour yang dilakukan Slank di Amerika dalam rangka untuk go international (entering scene indie Amerika) dan juga mencari produser untuk menggarap album terbarunya berbuah hasil. Slank mendapatkan Blues Saraceno untuk mengarahkan album terbaru Slank. Meskipun dlm tour tsb sempat terjadi insiden kecil, dimana Bim-Bim hampir berkelahi dengan operator musik yang tiba-tiba mematikan arus listrik dengan alasan kondisi yg sudah ‘hot-moshpit’. Bim-Bim hampir menghajar bule tersebut dan mengatakan “You are not Rock N Roll” yang lalu dilerai oleh Roodies Slank dan pihak dari panitia. Sang bule ketakutan dan berkali-kali bilang “I Like U man”, “U are Rock N Roll” sampai akhirnya pada puncak ketakutan sang bule bilang “I love U Man” wakwkakawkawkawka *ketawa ngakak*. Bencong lo ya??? Dasar Bule.

Ini adalah kali pertama album Slank dibawah arahan seorang produser. Biasanya Slank merekam apa yang ingin mereka rekam, bener-bener freedom, namun sekarang para personil Slank harus bisa menahan ego mereka dan mendiskusikan dengan sang produser, Blues Saraceno. Sebenarnya bidikan Slank bukanlah Blues Saraceno, ada beberapa produser yang sudah dihubungi sebelumnya. Diantaranya Gavin Brown produser asal Kanada, Matt Taylor dan Miles Copeland, serta Joe Baresi yang paling dikejar oleh Slank. Namun krn jadwal mereka sangat padat akhirnya Slank bersedia diproduseri oleh Blues Sraceno dengan pertimbangan ‘petualangan’ Blues di industri musik international yg luar biasa dan hasil dari diskusi antara Slank, Maat Taylor dan Mlies Copeland. Kerja sama ini tak lain adalah rencana Slank untuk memasuki scene indie Amerika.

Album ini kabarnya akan berisi lima lagu. Lima lagu lama yg diganti bahasanya menjadi bahasa inggris, antara lain: ‘Terlalu Manis’ menjadi ‘Too Sweat to Forget’ lalu ‘Gara-gara Kamu’ jadi “Devil in You’. Serta lima lagu baru yang benar2 menggunakan lirik bahasa inggris. Mudah2an Slank bisa go international. Go Slank Go!!!