Slankers Day

0

Jul 14 2008 04:05 PM Slankers Day Hajatan musik terbesar Slankers baru saja digelar. Acara Slankers Day yang baru pertama kali diadakan ini menghadirkan 10 band Slankers hasil seleksi se-Indonesia. Masih ditambah dengan performance dari Slank, The Changcuters, Steven N Coconut Treez, Melanie Subono dan Cozy Republic. Minggu, 6 Juli 2008 lalu bertempat di Lapangan Tembak Yonif 201 Gandaria, Jakarta Timur, dipadati Slankers. Sebagian dari mereka telah tiba di sini beberapa hari sebelumnya dan mereka bermalam di tenda-tenda yang disediakan oleh panitia. Sementara itu Snack Band, salah satu pengisi acara yang mewakili zona Sulawesi, telah tiba dua hari sebelum hari H dan mereka juga satu-satunya band Slankers yang hadir dalam konferensi pers Slankers Day pada hari Jumat, 4 Juli 2008 di Potlot bersama Slank dan Melanie Subono. Sekitar pukul 10.00 WIB, acara dimulai dengan penampilan Ezza and Friend Band, salah satu wakil Jawa Barat dari kota Bekasi, selain Anak Mamih dari Bandung. Setelah itu berturut-turut tampil Niesstri Band (Jogjakarta), Anak Mamih, Parah Stones (Solo). Setelah diselingi break sholat Dzuhur, Keisha Band (wakil DKI / Banten), Ozon (Jambi), Snack Band (Palu, Sulawesi) dan dua band wakil Jawa Timur, Luv Band (Surabaya) dan Je Be Band (Jombang). Slankers tetap bertahan menyaksikan penampilan mereka di tengah cuaca panas siang itu. Dua unit mobil Pemadam Kebakaran selalu menyemprotkan air ke arah penonton untuk mendinginkan mereka. Penampilan kesepuluh band Slankers ini dinilai oleh tim juri yang terdiri dari John Paul Ivan (ex Boomerang), David Tarigan (Aksara Records) dan Denny MR (pengamat musik). Sebenarnya 10 band yang tampil di acara ini adalah yang terbaik hasil seleksi se-Indonesia, namun akhirnya terpilih tiga band yang meraih Slankers Day Best of the Best 2008, sebuah award berbentuk wanita bersayap kupu-kupu yang mengangkat logo Slank. Ketiga band yang beruntung tersebut adalah Luv Band (Surabaya / Jatim), Ezza n Friend (Bekasi / Jabar), Niesstri (Jogja / Jateng). Sedangkan gitaris terbaik jatuh kepada Heri dari Ozon Band (Jambi / Sumatera). Sepuluh band yang tampil ini juga mendapat sertifikat Slankers Day yang ditandatangani oleh personil Slank. Semua penghargaan tersebut diserahkan ditengah-tengah penampilan Slank. Slank yang tampil di penghujung acara benar-benar keren. Seakan nggak memperdulikan panas matahari yang masih terasa menyengat. Begitu juga dengan Slankers yang seperti memiliki tenaga cadangan untuk ikut party bareng Slank. Dilagu terakhir, Slank mengajak Steven dan sepuluh vokalis dari band Slankers untuk nyanyi bersama. Sebelum adzan Maghrib, Slank mengakhiri penampilannya. Slankers pun bubar dengan tertib Tentunya menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi band-band Slankers yang berhasil lolos seleksi untuk main di acara ini. Kalau sebelumnya mereka hanya jadi penonton di konser Slank, kali ini mereka bisa main bersama Slank di Slankers Day, disaksikan Slankers dari berbagai daerah. Makanya buat Slankers yang punya band, mulai sekarang latihan yang benar untuk persiapan seleksi Slankers Day tahun depan. Semoga juga perwakilan dari SFC Malaysia dan Timor Leste yang kali ini tidak dapat hadir karena kendala tekhnis, untuk tahun depan dapat berpartisipasi memeriahkan acara ini. by IwanB (Koran Slank)(Liputan lengkap Slankers Day, baca Koran Slank edisi 67 Agustus-September 2008)

Album 3 Bahasa

0

Jumat, 27 Juni 2008 lalu bertempat di Poke Sushi, Pondok Indah Mall 2, Slank merilis album barunya yang bertitel Slank – The Big Hip. Ini merupakan album ke-16 Slank yang juga hasil kolaborasi dengan The Big Hip, band asal Jepang. Album yang cukup mengundang rasa penasaran Slankers.Berawal dari kontak antara Mr. Nakamura dengan Bunda Iffet. Ia menyatakan keinginan The Big Hip untuk berkolaborasi dengan Slank. Hingga mereka pun datang langsung ke Potlot. Slank dan The Big Hip sempat jamming dan menghasilkan dua lagu (Arigato Thanks You dan Sexy Cat). Dua lagu ini sempat dibawakan di konser ultah Slank ke-24, Desember 2007 lalu di Ancol, Jakarta.Karena merasa ada kesamaan visi, mereka pun sepakat melakukan rekaman. Proses rekaman berlangsung di Parah Studio, Potlot, antara 30 Oktober - 2 November 2007. Hasilnya adalah sebuah album berisi 12 lagu (termasuk dua lagu yang disebutkan di atas). Uniknya, lagu-lagu dalam album Slank – The Big Hip ini hadir dalam 3 bahasa (Indonesia, Jepang dan Inggris).Walau pn The Big Hip berasal dari Jepang, namun musik mereka bukanlah Japanese Rock. Justru The Big Hip memainkan musik rock n’ roll. Sampai-sampai Kaka menyebut album ini lebih ke basic rock n’ roll. Kaka juga nggak mengalami kesulitan dalam menyanyikan lagu-lagu yang berlirik bahasa Jepang.Album Slank – The Big Hip berisi 12 lagu (termasuk dua lagu hasil jamming di Parah Studio). Album ini sendiri telah dirilis di Jepang pada tanggal 23 Mei lalu. Sedangkan bonusnya adalah VCD Exclusive, kegiatan Slank selama di Jepang. Awal Mei lalu, tanggal 5 dan 6, Slank menggelar konser di Nagoya dan Tokyo bersama The Big Hip.